PASAMAN (cakragarudanews.com) – Banjir melanda Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sepanjang Jumat (18/9/2026). Satu warga dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.
Banjir terjadi sekitar pukul 16.00 WIB setelah Sungai Aek Koronok dan Sungai Batang Jember Tonang Raya meluap. Luapan air menggenangi sejumlah permukiman warga di Nagari Simpang Tonang.
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 55 keluarga dan sekitar 55 unit rumah terdampak banjir. Selain itu, dua rumah mengalami kerusakan, sementara lahan pertanian seluas kurang lebih lima hektare turut terdampak.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa tiga keluarga mengungsi sementara ke rumah kerabat. Sementara itu, satu warga masih dalam pencarian.
“Sebanyak tiga keluarga mengungsi sementara di rumah kerabat. Seorang warga masih dalam pencarian,” ujar Berton dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2026).
Banjir Mulai Surut
Hingga Sabtu (19/9/2026), kondisi banjir dilaporkan telah surut. BPBD Kabupaten Pasaman bersama pemerintah kecamatan dan nagari, TNI, Polri, serta masyarakat terus melakukan asesmen dan koordinasi penanganan bencana di lapangan.
Upaya pencarian terhadap warga yang belum ditemukan juga terus dilakukan oleh tim terkait.
BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir, khususnya di sekitar aliran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan ketika hujan berintensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama.
Masyarakat diminta menghindari aktivitas di sekitar sungai saat debit air meningkat dan segera menuju lokasi yang lebih aman apabila terdapat tanda-tanda kenaikan muka air.
Selain itu, warga diimbau mempersiapkan jalur evakuasi, kebutuhan dasar, obat-obatan, serta menyimpan dokumen penting di tempat yang aman dan mudah dibawa.
“Masyarakat juga diharapkan terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait untuk mengetahui perkembangan cuaca dan potensi bencana,” demikian imbauan BNPB.
BNPB bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi serta mendorong penanganan secara cepat dan terkoordinasi, terutama dalam proses pencarian warga yang masih hilang dan penanganan masyarakat terdampak banjir.

















