PADANG (cakragarudanews.com) – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi terkini terkait kondisi cuaca di Kabupaten Solok, Selasa dini hari (22/9/2026).
Koordinasi tersebut dilakukan menyusul bencana longsor yang terjadi di kawasan Aro Suka, Kabupaten Solok, yang berdampak pada sejumlah akses jalan, kantor pemerintahan, serta permukiman warga.
Hujan yang masih mengguyur kawasan tersebut membuat potensi longsor susulan menjadi perhatian pemerintah. Kondisi cuaca juga menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keamanan proses penanganan bencana di lapangan.
“Pemantauan kondisi cuaca penting dilakukan agar tim yang melakukan penanganan di lapangan tidak berisiko, mengingat saat ini hujan masih turun di lokasi kejadian. Keselamatan masyarakat dan petugas harus menjadi perhatian utama,” ujar Vasko.
Vasko meminta BMKG memberikan informasi mengenai prakiraan cuaca di Kabupaten Solok dan wilayah sekitarnya, khususnya terkait potensi hujan berintensitas tinggi dan angin kencang yang dapat memengaruhi proses penanganan bencana.
Kepala BMKG, Decky Irmawan, menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca pada 22 September 2026, Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, dan Solok Selatan berpotensi mengalami hujan dan angin kencang, terutama pada siang hingga sore hari.
Menurut Decky, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena hujan dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, termasuk tanah longsor, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tertentu.
Ia menjelaskan, longsor yang terjadi di Kabupaten Solok diperkirakan berkaitan dengan akumulasi hujan yang cukup tinggi sejak Senin (21/9/2026) siang hingga sore.
Dengan kondisi tersebut, kewaspadaan terhadap potensi pergerakan tanah masih perlu ditingkatkan. Apalagi, penanganan di lokasi kejadian juga terkendala minimnya penerangan.
“Akumulasi hujan yang cukup tinggi dapat meningkatkan potensi terjadinya longsor. Karena itu, kondisi cuaca dan potensi pergerakan tanah perlu terus diwaspadai, terutama oleh tim yang melakukan penanganan di lokasi,” jelas Decky.
Informasi prakiraan cuaca BMKG menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan di lokasi bencana. Vasko meminta seluruh unsur yang terlibat memperhatikan perkembangan cuaca ketika melakukan pencarian, evakuasi warga, maupun pembersihan material longsor.
“Informasi dari BMKG ini menjadi dasar bagi kita untuk mengantisipasi kondisi di lapangan. Tim harus tetap bergerak, tetapi keselamatan masyarakat dan petugas tidak boleh diabaikan,” tegas Vasko.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan terus berkoordinasi dengan BMKG dan Pemerintah Kabupaten Solok untuk memantau perkembangan cuaca serta situasi di wilayah terdampak.
Langkah tersebut dilakukan agar proses penanganan bencana dapat berjalan secara terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan.

















