PADANG (cakragarudanews.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang, Sumatera Barat, mengungkapkan bahwa hampir separuh dari total kunjungan masyarakat ke puskesmas setiap harinya mengalami keluhan yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Dari rata-rata 2.400 kunjungan masyarakat ke seluruh puskesmas di Kota Padang, sekitar 1.200 di antaranya tercatat memiliki keluhan terkait ISPA. Kondisi ini menjadi perhatian serius seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, mengatakan keluhan gangguan pernapasan tersebut ditemukan pada masyarakat dari berbagai kelompok usia.
“Kalau melihat kunjungan di seluruh puskesmas, rata-rata mencapai 2.400 orang per hari dan hampir separuhnya datang dengan keluhan yang mengarah pada ISPA,” ujar Srikurnia Yati di Padang, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, kualitas udara yang tidak sehat berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar ruangan.
“Keluhan ISPA ini kami temukan mencakup seluruh rentang usia. Kondisi udara yang kurang baik seperti sekarang memang berpotensi memengaruhi kesehatan, terutama pada saluran pernapasan,” jelasnya.
Masyarakat Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Untuk mengurangi dampak kabut asap, Dinkes Kota Padang telah menerbitkan surat edaran mitigasi yang ditandatangani Wali Kota Padang.
Dalam imbauan tersebut, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi, serta mencukupi waktu istirahat.
Dinkes mengingatkan masyarakat agar segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan, terutama batuk dan sesak napas.
“Apabila sakit dan muncul gejala batuk kemudian sesak napas, segera ke fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kota Padang,” tegasnya.
24 Puskesmas Terus Jalankan Program CKG
Di sisi lain, Dinkes Kota Padang tetap melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya mendukung deteksi dini berbagai gangguan kesehatan masyarakat.
Sebanyak 24 puskesmas telah bergerak melaksanakan pemeriksaan kesehatan, baik bagi warga yang datang langsung ke puskesmas maupun melalui koordinasi dengan camat dan lurah.
Pelaksanaan CKG juga menyasar lokasi kegiatan masyarakat, seperti Car Free Day, dengan rata-rata 60 hingga 100 peserta dalam setiap kegiatan pemeriksaan.
Srikurnia menyebutkan, capaian pelaksanaan CKG saat ini telah mencapai sekitar 40 hingga 45 persen yang diinput ke aplikasi Satu Sehat.
“Target dari Kemenkes sebesar 46 persen dari jumlah penduduk harus melaksanakan CKG. Saat ini sekitar 40 sampai 45 persen sudah kami input ke aplikasi Satu Sehat,” katanya.
Dinkes Kota Padang berharap masyarakat memanfaatkan program CKG untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pencegahan penyakit.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dampak kabut asap dan segera memperoleh penanganan medis jika mengalami gejala gangguan pernapasan.

















