SOLOK (cakragarudanews.com) — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mendirikan dapur umum guna memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat yang terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah.
Dapur umum tersebut disiapkan untuk memastikan ketersediaan makanan bagi warga selama masa tanggap darurat, termasuk masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian maupun dalam proses evakuasi.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Desmalia Ramadhanur, mengatakan dukungan dapur umum juga datang dari sejumlah pihak, di antaranya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kejaksaan setempat.
“Untuk dapur umum ada dari Dinas Sosial, kemudian ada juga bantuan dari Baznas, provinsi dan kejaksaan,” ujar Desmalia di Solok, Rabu (23/9/2026).
Ia menyampaikan, kebutuhan makanan bagi para pengungsi sejauh ini masih dapat terpenuhi. Hal itu karena bantuan dari berbagai pihak terus mengalir ke wilayah yang terdampak bencana.
“Alhamdulillah, untuk konsumsi saat ini masih banyak bantuan yang datang sehingga kebutuhan makanan pengungsi masih terpenuhi,” katanya.
Menurut Desmalia, masyarakat terdampak saat ini mengungsi di beberapa lokasi, antara lain rumah dinas Wakil Bupati Solok, Gedung Pemuda serta Markas Polres Solok.
Jumlah pengungsi di rumah dinas Wakil Bupati Solok juga mengalami peningkatan. Sebelumnya sekitar 30 orang, kini jumlahnya telah mencapai kurang lebih 50 orang.
Dinsos Kabupaten Solok bersama unsur terkait terus memantau kondisi pengungsi dan menginventarisasi kebutuhan yang diperlukan di setiap lokasi pengungsian, termasuk masyarakat yang berada di kawasan perumahan.
Di tengah terpenuhinya kebutuhan pangan dan logistik, ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang kini mendapat perhatian serius.
“Kalau bantuan logistik dan pangan masih memenuhi, kebutuhan sehari-hari juga masih ada. Namun, yang sangat dibutuhkan sekarang adalah air bersih,” ungkapnya.
Dinsos Kabupaten Solok memastikan penyaluran bantuan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan. Pemenuhan pangan, logistik dan air bersih menjadi bagian penting dalam penanganan masyarakat selama masa tanggap darurat.
Sementara itu, berdasarkan data sementara, bencana banjir bandang tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Sedangkan empat orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Proses pencarian terhadap warga yang masih dinyatakan hilang terus dilakukan oleh tim gabungan bersama unsur terkait di sejumlah lokasi terdampak.

















