BUKITTINGGI (cakragarudanews.com) – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) RI menggelar Pelatihan Kriya bertajuk “Kreasi Batik Lokal” di Istana Bung Hatta, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Ekraf Peduli (Pulih Bersama, Bangkit Berdaya) dan diikuti oleh sebanyak 150 peserta dari kalangan pelaku ekonomi kreatif.
Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kemen Ekraf RI, R. Adi Mukhtar Rivai, mengatakan pelatihan batik lokal tersebut menjadi salah satu implementasi Program Akselerasi Produk Kriya (KRIYASI).
Selain itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi yang terdampak bencana.
“Kami mewakili Kementerian Ekonomi Kreatif Badan Ekonomi Kreatif melalui Pusat Pengembangan SDM Ekraf melaksanakan pelatihan Kriya Batik Lokal. Ini merupakan implementasi program percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi terdampak bencana. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini masyarakat di Bukittinggi pulih bersama, bangkit berdaya,” kata Adi.
150 Peserta Akan Dikurasi
Adi menjelaskan, Kemen Ekraf sebelumnya juga telah melaksanakan kegiatan serupa di Kabupaten Pasaman melalui pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi kompetensi.
Sementara untuk kegiatan di Bukittinggi, seluruh peserta akan mengikuti proses kurasi. Dari 150 peserta, nantinya akan dipilih 10 peserta terbaik untuk mengikuti program lanjutan berupa residensi di Solo selama satu minggu.
“Kalau di sini nanti para masyarakat peserta ini akan kita kurasi. Dari 150 orang dikurasi 10 peserta yang nanti akan ada program lanjutan yaitu residensi di Solo selama satu minggu,” ujarnya.
Pelatihan tersebut berlangsung selama satu hari. Kegiatan dibuka sekaligus ditutup oleh Adi Mukhtar Rivai.
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai teknik produksi batik yang disampaikan Sania Sari. Selanjutnya, sesi kedua diisi Widdiyanti dengan materi desain motif batik.
Pemko Bukittinggi Data 296 Pelaku Ekraf
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Hendri Yeni, mengatakan Pemerintah Kota Bukittinggi telah mendata sebanyak 296 pelaku ekonomi kreatif sejak 2017.
Menurutnya, Pemko Bukittinggi juga berupaya memberikan perlindungan terhadap karya para pelaku ekonomi kreatif melalui pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
“Dananya sudah dianggarkan di Pemko Bukittinggi untuk tahun 2027 untuk pendaftaran HAKI ini, kami berharap Kementerian Ekonomi Kreatif terus melakukan pembinaan di Kota Bukittinggi,” kata Hendri Yeni.
Ia menambahkan, tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan pelatihan ekonomi kreatif membuat jumlah peserta berpotensi melebihi kuota yang telah ditentukan.
Peserta Berharap Usaha Semakin Berkembang
Salah seorang peserta pelatihan, Reni, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan Kriya Batik Lokal dapat menambah pengetahuan dan pengalaman yang dapat diterapkan dalam mengembangkan usahanya.
“Saya pun berminat dan berharap usaha saya didaftarkan HAKI-nya, saya berharap pelatihan dapat memperluas wawasan sekaligus mendukung pengembangan usaha,” kata Reni.
Melalui pelatihan tersebut, pengembangan keterampilan kriya batik diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif di Bukittinggi untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat nilai ekonomi karya lokal.

















